Jumat, 30 Januari 2009



Emo, Lebih Dari Sekedar Musik

- Akhir-akhir ini banyak terdengar istilah 'emo.' Musik emo, gaya pakaian emo, potongan rambut emo, bahkan gaya hidup emo. Jika kita mengakses situs www.friendster-layouts.com dan memilih kategori emo, maka akan muncul ratusan tampilan pola halaman yang kebanyakan dihiasi dengan warna-warna gelap, suram, didominasi hitam, abu-abu, putih, dan merah darah. Dilengkapi dengan gambar orang dengan smokey eyes, rambut menutupi mata, dan biasanya menunjukkan bahwa mereka sedang patah hati dan putus asa. Tetapi, apakah sebenarnya 'emo' itu? Apakah melulu gaya berpakaian yang saat ini lagi in di kalangan anak muda itu?


Lebih Dekat Dengan Emo

Hampir serupa dengan punk dan rock, emo sekarang dikenal sebagai suatu keadaan emosional. Istilah emo sendiri dianggap sebagai sebuah budaya, kata itu adalah singkatan dari kata 'emotional' (emosional). Emo sendiri ternyata bukan hanya sebuah sikap, namun juga fashion yang terpengaruh dari musik emo (emocore).

Emo adalah Aliran Musik

Emocore adalah perpaduan dari hardcore dan musik punk yang sangat populer di Washington DC pada akhir era 80-an. Budaya emo akhirnya terus berkembang antara dekade 90-an hingga 2000-an hingga mencapai popularitasnya saat ini.


Pertengahan 80-an, istilah emo menggambarkan sub genre hardcore punk yang berakar dari musik Washington DC. Pada perkembangannya, istilah emocore yang merupakan kependekan dari emotional hardcore, akhirnya digunakan untuk menggambarkan penampilan band-band di Washington DC yang sangat emosional misalnya Rites of Spring, Embrace, atau Moss Icon.

Di pertengahan 90-an, istilah emo mulai merujuk pada genre indie yang mendapatkan pengaruh dari Fugazi yang dianggap sebagai emo first wave.

Band-band seperti Sunny Day Real Estate dan Texas is the Reason menunjukkan gaya emo indie rock yang lebih menunjukkan melodi mereka daripada kekacauannya.

Yang saat ini sedang populer adalah band-band seperti Fall Out Boy, My Chemical Romance, Panic at the Disco, dan Paramore yang juga disebut sebagai band emo walaupun gaya musik mereka memang cukup berbeda dengan band-band emo sebelumnya.


Emo adalah Gaya Berpakaian

Namun emo sepertinya telah berkembang jauh melampaui dunia musik saja. Emo sekarang malah lebih sering dihubungkan dengan fashion daripada musik.

Istilah emo ini kadang kala langsung dirujuk pada jeans ketat yang dipakai cowok dan cewek juga, poni rambut yang panjang dan disisir ke satu sisi wajah dan menutupi salah satu atau malah kedua mata. Potongan rambutnya lurus, kaos ketat (biasanya berlengan pendek) bertuliskan nama-nama band emo, ikat pinggang berkepala besar, sepatu kanvas atau sepatu hitam yang sering kali nampak tua dan lusuh, dilengkapi dengan kaca mata berbingkai hitam tebal.Gaya berpakaian ini disebut dengan istilah fad.


Emo adalah Gaya Hidup

Belakangan, media menghubung-hubungkan emo dengan stereotype seperti emosional, sensitif, pemalu, tertutup, atau cepat tersinggung. Parahnya, mereka juga menghubung-hubungkan karakter emo dengan depresi, suka melukai diri sendiri, dan bunuh diri.

Namun terlepas dari semua itu, emo adalah salah satu tren musik yang akhirnya berkembang menjadi suatu gaya berpakaian dan cara bergaul. Seperti juga gaya hidup lainnya, ada sisi negatif dan ada sisi positif di dalamnya. Tak semua emo kids (penganut aliran emo) bersifat emosional dan suka menyakiti diri sendiri. Dalam satu situs emo, www.emo-corner.com, disebutkan bahwa 'emo people are not all suicidal and they do not slit their wrist!' Jadi, are u dare enough to be called emo kids? (kpl/wiki/le/ec/npy) Baca selengkapnya… Script yang disisipkan pada postingan 1.
2.

Rabu, 28 Januari 2009

pRihaTin pUnK jaLanan


Dandanan rambut Mohawk, Spike ataupun Crew Cut lekat dengan aliran Punk. Begitupun dengan asesoris seperti gelang paku, rantai atau sepatu lars dan jins belel yang terkesan kotor sering digunakan oleh para punkers.

Dandanan tersebut merupakan symbol pemberontakan dari pandangan hidup umum yang dianggap sebagai akibat dari industrialisasi. Sebagai simbol, Punk tidak harus berwajah sangar dan brutal seperti itu. Semboyan Punk adalah pilihan atau ideology dalam menjalani hidup, Punk Is In The Heart.
Ia pun sempat mengeluhkan, banyaknya gerombolan pelajar atau anak berusia SD hingga SMP bergerombol di beberapa lampu merah. Menggunakan atribut Punk, rambut ala Mohawk, asesoris berupa gelang rantai dan jins ketat belel,mereka sering kali terlihat mengamen di sembarang tempat. Bahkan dari hasil tangkapan Samapta, banyak diantara mereka yang terjaring operasi preman.

”Punk tidak harus berkostum seperti itu. Pemberontakan pun tidak lantas menjadi preman. Dengan memalak atau membuat yang lain merasa tidak nyaman demi keuntungan kita, berarti semangat DIY telah dilanggar,” beber Dayat.

DIY berusaha hidup sendiri tanpa menggantungkan kepada yang lain merupakan semboyan Punk yang nampaknya tidak di pahami oleh banyak pelaku yang terjaring operasi premanisme. Sebab untuk memenuhi keinginan sendiri, mereka memperalat yang lain, terkadang secara paksa.

Setidaknya DIY menjadi landasan dalam bermusik dan bersikap diantara komunitas atau scene Punk di Malang. Selain itu sikap anti terhadap produk industri tetap dipertahankan oleh musisi Punk. Antara lain dengan memproduksi album secara indie.

Namun begitu musisi Punk juga sadar arti sebuah media sebagai saluran berpromosi. Sehingga banyak Fanzine, pamplet ataupun bulletin khusus yang ditulis dari dan oleh komunitas Punk sendiri.
”Media itu penting dalam promosi musik kami. Beberapa band indie di luar jadi besar karena mereka dekat dengan media besar yang mendukung mereka. Walaupun label record tetap indie, tapi nama mereka bisa dikenal diseluruh dunia,” jelas Eko, drummer Antiphaty.

Baca selengkapnya… Script yang disisipkan pada postingan 1.
2.

pUnK masiH HidUp


Aliran musik Punk awalnya mulai lahir sekitar tahun 1970an. Kala itu Punk adalah genre yang lahir untuk memberikan perlawanan pada genre Rock yang sedang merajai tangga lagu dunia. Punk lantas lahir dengan semangat DIY (Do It Your Self) untuk menandingi konsep industrialisasi musik Rock yang telah besar. Munculnya konsep perdagangan Distro (distribution) beberapa tahun terakhir ternyata juga berimbas pada perkembangan komunitas pencinta musik Punk di Malang. Seperti Antiphaty dan Today is struggle, dua band aliran punk yang tetap eksis di dunia musik indie

”Awalnya kami saling kenal melalui komunitas Punk di internet. Mungkin karena tertarik dengan musik Antipathy, Depress lantas mengajak kami untuk membuat album split (satu album dua band) yang diedarkan di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Saat itu labelnya adalah sebuah indie label dari Singapura bernama Broken Noise Record,” beber Eko.

Band yang saat ini dikawal oleh Eko pada drum, Catur sebagai vokalis, Anto pada Bass dan Yoyok pada Gitar ini merencanakan akan kembali merilis album indie di awal tahun 2009. Berisi 13 lagu, album ke empat Antipthy saat ini sedang dalam proses mixing terakhir di studia Delta di Malang.

Album keempat yang kemungkinan bernama Up The Punk itu tetap akan bertema kritik sosial dan politik dari sudut pandang Antiphaty. Selain itu juga akan bercerita tentang brother hood atau persahabatan dan cerita khas remaja pada umumnya. Tiga album band yang pernah menjadi band pembuka Exploited, sebuah band punk dari Swedia, dirilis antara tahun 1997 hingga 2007, antara lain W.A.R, Under Controll dan For The Scene.

Seluruh album sengaja di rilis secara indie atau independen dan dengan prinsip DIY. Sehingga dari proses rekaman, promosi, penjualan album hingga merchandise dilakukan antipathy sendiri tanpa melibatkan bantuan pihak manapun. Hal ini berbeda dengan album keluaran mayor label yang memiliki berbagai tenaga berbeda di masing-masing bidang.

Apakah merasa puas dengan indie label ? Antiphaty mengakui konsekuensi dari jalur indie yang mereka pilih, yaitu kurangnya popularitas dan terbatasnya dana dan tenaga yang membantu. Namun itu semua dipandang seimbang dengan idealisme bermusik mereka yang dapat tersalurkan secara penuh.

Baca selengkapnya… Script yang disisipkan pada postingan 1.
2.
do yOu kNow???
© 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute